CAKRA PENA

Apapun yang kau lakukan....Apapun Itu.... Jangan pernah sia-siakan "Waktu"






Blog ini terhubung dengan facebook dan twitter,
Apabila anda telah "Log In" pada jejaring sosial tsb. Maka akan sangat memudahkan ^_^
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Pada suatu malam, ada seorang Santri yang bertanya kepada Kiyai. Karena dia memiliki masalah yang baginya sangat sulit untuk mengambil keputusan,.

Santri ini Bertanya Kepada Kiyai Apa yang Harus Dilakukan Kalau Dia Menyukai Wanita Lain, Selain Istrinya.

Santri : pak Kiyai yang bijaksana, aku seorang yang sudah menikah, tapi sekarang ini aku sedang menyukai seorang wanita lain. Aku nggak tahu harus memilih siapa ?

Kiyai : Kamu yakin wanita yang kamu suka ini adalah dia yang bisa menemanimu seumur hidupmu ?

Santri : Ya pak Kiyai, aku yakin.

Kiyai : Kalau begitu langsung saja cerai dan nikahi dia.

Santri : Tapi istriku yang sekarang ini baik hatinya dan bermoral, kalau aku menceraikannya, apa aku tidak bersalah

Kiyai : Pernikahan yang tidak ada cinta itu penuh penderitaan dan bukan hal yang baik. Kalau kamu sangat mencintai wanita yang kamu sebutkan dan tidak mencintai istrimu, bercerai tidak terlihat bersalah.

Santei : Tapi istriku sangat mencintai aku.

Kiyai : Itu berarti dia adalah wanita yang beruntung.

Santri : Kalau aku bercerai dan menikahi wanita lain, harusnya dia akan sedih, kenapa anda bilang dia wanita yang beruntung ?

Kiyai : Karena dia masih mencintai anda dan pernikahan anda. Sebenarnya yang masih mencintailah yang beruntung dan yang sudah kehilangan cintalah yang akan menderita. Karena itu dalam kasus ini, andalah yang akan mengalami penderitaan dan kesedihan.

Santri : Tapi kalau aku menceraikan dia dan menikah dengan orang lain, bukankah dia yang kehilangan aku ?

Kiyai : Anda salah, istrimu menjaga cintanya di dalam pernikahan sedangkan anda tidak. Dia akan tetap merasa di cintai walaupun anda menceraikannya dan suatu hari nanti ada pria lain yang mencintainya. Sedangkan anda akan kehilangan cinta di dalam kehidupan anda.

Santri : Dia berkata kalau dia hanya akan mencintaiku

Kiyai : Apakah kamu pernah mengatakan kata kata itu kepadanya ?

Santri : AKu........

Kiyai : Coba anda lihat 3 lilin yang ada di depan anda, lilin mana yang paling terang ?

Santri : Aku tidak bisa membedakannya..

Kiyai : 3 lilin ini sama seperti 3 wanita , salah satunya seperti istri anda, tapi anda tidak bisa membedakannya. Wanita di dunia ini begitu banyak, kalau kamu saja tidak bisa membedakan lilin mana yang  paling terang. Bagiamana mungkin kamu bisa menentukan siapa yang akan menemanimu seumur hidup ?

Santri : Akuu..

Kiyai :  Sekarang ambil salah satu lilin dan taruh di dekatmu dan coba lihat sekali lagi, lilin mana yang tampak paling terang ?

Santri : Nggak perlu di ragukan lagi, pasti yang ada paling dekat denganku..

Kiyai : Kembalikan dia ketempatnya, dan lihat mana yang paling terang ?

Santri : Aku tidak bisa membedakannya lagi .

Kiyai : Sebenarnya lilin yang kamu gerakkan tadi bisa diibaratkan seperti wanita selain istrimu yang kamu cintai. Waktu kamu mencintai dia, semuanya terlihat indah, sama seperti lilin yang kamu dekatkan dia terlihat lebih terang, tapi begitu cinta itu pudar, semuanya akan menjadi sama lagi.

Santri : pak Kiyai, aku mengerti , anda bukan ingin supaya aku bercerai, tapi anda ingin aku terus mencintainya.

Kiyai : Pergilah anak muda, jalani hidup dengan istrimu.

Santri : pak Kiyai, saya tahu harus mencintai siapa, istriku tidak akan pernah bisa tergantikan..

Cerita ini fiksi. Semoga menjadi renungan kita

*SLUKU-SLUKU BATHOK*

_Sluku-Sluku Bathok_ _Bathoke Ela Elo_
_Si Rama Menyang Solo_
_Oleh-Olehe Payung Mutho_
_Mak Jenthit Lolo Lo Bah_
_Yen Mati Ora Obah_
_Yen Obah Medeni Bocah_
_Yen Urip Goleko Duwit_

*_Sluku-Sluku Bathok_*
Hidup Tidak Boleh Dihabiskan Hanya Untuk Bekerja, Waktunya Istirahat Ya Istirahat, Untuk Menjaga Jiwa Dan Raga Agar Selalu Dalam Kondisi Yang Seimbang, Bathok Atau Kepala Kita Perlu Beristirahat Untuk Memaksimalkan Kemampuanya.

*_Bathoke Ela Elo_*
Dengan Berdzikir (ela elo= Laa ilaaha illalläh) Mengingat Alläh, Syaraf Neuron Di Otak Akan Mengendur, Ingatlah Alläh, Dengan Mengingat-Nya Hati Menjadi Tentram.

*_Si Rama Menyang Solo_*
Siram (Mandilah, Bersucilah) Menyang (Menuju) Solo (Sholat) Lalu Bersuci Dan Dirikan Sholat.

*_Oleh-Olehe Payung Mutho_*
Maka Kita Akan Mendapatkan Perlindungan (Payung) Dari Alläh, Tuhan Kita,

*_Mak Jenthit Lolo lo Bah_*                   Kematian itu Datangnya Tiba-Tiba, Tak Ada Yang Tahu, Tak Dapat Diprediksi Dan Tak Juga Dikira-Kira, Tak Bisa Dimajukan Dan Tak Bisa Pula DiMundurkan,

*_Wong Mati Ora Obah_*
Saat Kematian Datang, Semua Sudah Terlambat, Kesempatan Beramal Hilang.

*_Yen Obah Medeni Bocah_*
Banyak Jiwa Yang Rindu Untuk Kembali Pada Alläh Ingin Minta Dihidupkan, Tapi Alläh Tak Mengijinkan, Jika Mayat Hidup Lagi Maka Bentuknya Pasti Menakutkan Dan Mudhorotnya Lebih Besar.

*_Yen Urip Goleko Dhuwit_*
Kesempatan Beramal Untuk Beramal Hanya ada Di Saat Sekarang (Selagi Mampu Dan Ada Waktu) Bukan Dinanti (Ketidak Mampuan Dan Hilangnya Kesempatan) Tempat Beramal Hanya Disini (Dunia) Bukan Disana (Akherat) Disana Bukan Tempat Beramal (Bercocok Tanam) Tapi Tempat Berhasil (Panen Raya)

_Begitu Dalam Banget Arti Dan Makna Tembang "Sluku-Sluku Bathok" Karya Kanjeng Sunan KaliJaga, Semoga Kita Semua Di Beri Keselamatan Dunia Dan Akhirat Aamiin..._

UNTAIAN FAWAID

Selasa, 28 Maret 2017 0 komentar

Ali bin Abi thalib berkata:
"Jangan menjelaskan tentang diri mu kepada
siapa pun,
Karena yang menyukai mu tidak butuh itu,
Dan yang membenci mu tidak percaya itu..."
☝Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi
Siapa yang mau berbuat baik.
☝Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan ...
Namun Hapuslah kesalahan...demi lanjutnya Persaudaraan 💖
☝Jika datang kepadamu gangguan...
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.
☝Kurangi mengeluh teruslah berdoa dan berikhtiar.
*Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti mu.”*
💝💝💝☘☘☘☘

بِــــــــــسْمِ الَّلهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

════════
```Berkata Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu: Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang sholih. Maka apabila kalian mendapati teman yang sholih, peganglah ia erat-erat":```

══════════
```Berkata Imam Syafi'i: 
" Apabila kalian memiliki teman - yg membantumu dalam ketaatan- maka genggam erat tangannya, karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah":```

══════════
```Berkata Al Hasan Al Bashri:
" Sahabat2 kami lebih kami cintai daripada keluarga dan anak2 kami, karena keluarga kami mengingatkan kami pada dunia, sedangkan sahabat2 kami mengingatkan kami pada akhirat. Dan sebagian sifat mereka adalah : itsar (mendahulukan orang lain dalam perkara dunia):```

═════💠💠═════
```💞 Berkata Luqman Al hakim pada anaknya:
" Wahai anak ku hendaknya yang pertama engkau usahakan setelah keimanan kepada Allah adalah mencari sahabat yang jujur. Karena ia ibarat pohon, bila engkau duduk berteduh di bawahnya, ia akan meneduhimu, bila engkau mengambil buahnya dia akan mengenyangkanmu, dan bila ia tidak memberimu manfaat, ia tidak merugikanmu"```

═════💠💠═════
```💞 Ketika Imam Ahmad rahimahullah sakit, sampai terbaring di tempat tidurnya, sahabat beliau, Imam Syafi'i rahimahullah menjenguknya. Maka tatkala Imam Syafii melihat sahabatnya sakit keras, beliau sangat sedih, sehingga menjadi sakit karenanya. Maka ketika Imam Ahmad mengetahui hal ini, beliau menguatkan diri untuk menjenguk Imam Syafi'i. Ketika beliau melihat Imam Syafi'i beliau berkata: 
Kekasihku sakit, dan aku menjenguknya
Maka aku ikut menjadi sakit 
karenanya
Kekasihku telah sembuh dan ia
menjengukku
Maka aku menjadi sembuh 
setelah melihatnya

═════💠💘💠═════
🍁 Ya Allah berikan kepada kami sahabat sahabat yang sholih

🍁 Allah berfirman :
: {وسيق الذين اتقوا ربهم إلى الجنة زمرا} .
Imam Ibnul Qayyim berkata menafsirkan ayat ini: "Allah enggan memasukkan manusia ke dalam surga dalam keadaan sendirian, maka setiap orang akan masuk surga bersama sama dengan sahabatnya"

🌿 Aku memohon kepada Allah, dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya yang mulia, agar kita menjadi sahabat sejati dalam ketaatan, yang kelak tangan-tangan ini akan menggandeng tangan yang lain memasuki surgaNya. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊💛💙💜💚❤

Wahai para sahabat-sahabat ku yg shaleh dan shalehah ingatlah diriku ketika kelak ALLAH memasukan dirimu ke surga-NYA.. gandenglah tanganku agar aku dapat beriring bersama denganmu menuju Surga ALLAH..```

—-------------⚜⚜------------—

Breaking news

Sebelum berprofesi sebagai artis, sebelumnya artis ca'em Luna Maya berniat berprofesi sebagai seorang Guru, bahkan tempat yg menjadi pilihannya adalah di Madura.
Namun banyak praktisi pendidikan yang tidak setuju dengan niatnya, bahkan Kadis Pendidikan Propinsi waktu itu menolak mentah2 keinginannya dengan alasan :

1. Kalau Luna Maya jadi Guru di Madura, pasti murid-muridnya akan manggil “BULUNA....BULUNA....”

2. Kalau Luna Maya lagi berhalangan ngajar di kelas, dan hanya membrikan tugas, pasti murid-muridnya bakal cerita "BULUNA TAK MASOK"

3. Kalau Luna jarang masuk krn repot syuting murid-murid akan mengatakan "BU LUNA RANG RANG MASOK."

4. Kalau Luna Maya tak hadir ke sekolah karena alasan sakit atau ada keperluan, pasti murid-muridnya bakal cerita "TADHE'  BULUNA...."

*Selamat menjalankan aktifitas* 😀😀😀 TERTAWALAH SEBELUM SAKIT GIGI.


*وصايا للمعلمين*
1⃣ لا تأخذ إجازة مرضية وأنت غير مريض فتجمع بين معصيتين: الكذب وأكل المال الحرام ووالله إن الخصم مع تقوى الله وخشيته خير لك وأبقى
_1. Janganlah engkau izin sakit padahal sebenarnya engkau tidak sakit, sehingga engkau menggabungkan 2 maksiat; Dusta dan Memakan harta haram. Demi Allah, berkurangnya gajimu dengan ketakwaan dan takut kepada Allah lebih baik bagimu dan lebih kekal._

2⃣ أظهر احترامك لمن هم بين يديك ببيان فضلهم كطلاب العلم فهذا سيختصر المسافة لك للوصول إلى قلوبهم
_2. Tampakkanlah penghormatanmu kepada orang yang di hadapanmu dengan menjelaskan keutamaannya seperti para penuntut ilmu. Hal ini bisa mendekatkan jarak untuk sampai ke hati mereka._

3⃣ كل المواد الدراسية يُمكن ربطها بتعاليم ديننا .. فقط عليك البحث عن الوسيلة المناسبة
_3. Setiap mata pelajaran bisa dikaitkan dengan norma-norma agama kita (Islam). Hanya butuh mencari sarana yang pas._

4⃣ أي دقيقة تتأخر فيها عن الحصة أوتخرج فيها قبل نهاية الوقت، كل دقيقة تذهب في القهوة والفطور هي حق الطالب سيأخذها يوم الحساب
_4. Setiap menit keterlambatanmu pada jam pelajaranmu dan keluarmu sebelum selesai jam pelajaran. Setiap menit engkau gunakan untuk "ngopi" atau sarapan, ia adalah hak siswa yang akan ia ambil (minta pertanggung-jawabannya) pada hari kiamat kelak._

5⃣ كم من معلم كان سبباً في تصحيح توجه كثير من الشباب، فنال بذلك دعوات صادقة وحسنات جارية،  اللهم ارزقنا التوفيق
_5. Betapa banyak pendidik yang menjadi sebab dalam meluruskan arah kehidupan banyak pemuda, sehingga ia pun mendapatkan doa-doa tulus dan kebajikan yang terus mengalir. Yaa Allah anugerahkanlah kami taufiqmu_

6⃣ الطالب يتعلم من معلمه الكثير الكثير غير المقرر الدراسي وهو يجهل ذلك، غياب المعلم عن الحصة دون أن يعرف طلابه السبب درس لهم، يقلدونك حين يجلسون مجلسك.
_6. Siswa belajar banyak hal dan dari gurunya selain pelajaran sekolah tanpa ia menyadarinya. Ketidak hadiran guru dalam kelas tanpa ada sebab adalah pelajaran bagi mereka. Mereka menirumu ketika mereka duduk di majlismu_

7⃣ بين يديك جيل، بُث في روحه الصحوة، حبب إليه العلم وأيقظ فيه النخوة، لعل كلمة منك تُشعل في قلبه الهِمّة، فيكون صلاحاً للأمة
_7. Di hadapanmu adalah generasi pelanjut estafet perjuangan, maka tanamkanlah dalam ruhnya semangat kebangkitan. Jadikan ia cinta dengan ilmu. Bangunkan semangatnya. Boleh jadi satu kata darimu bisa mengobarkan tekad dalam dadanya, sehingga ia menjadi kebaikan untuk ummat._

Diterjemahkan oleh: Amardin

Yg membaca jangan nangis ya? Saya suka postingan ini, meski sudah berulang kali mbacanya... 😊

❤Di sebuah rumah sederhana yang asri, tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja.
Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.

💢Sang suami merupakan seorang pensiunan, sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.
Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah, mereka menolak ketika putra-putri mereka, menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.

💢Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu, menghabiskan waktu mereka yang tersisa, di rumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa, dalam keluarga itu.

💢Suatu senja ba’da Isya di sebuah masjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang dikenakannya ke masjid tadi.
Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri seraya bertanya mesra : “Kenapa Bu?”
Istrinya menoleh sambil menjawab: “Sandal Ibu tidak ketemu, Pak”.
“Ya sudah pakai ini saja”, kata suaminya, sambil menyodorkan sandal yang dipakainya.
Walau agak ragu, sang istri tetap memakai sandal itu, dengan berat hati.

💢Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya.
Jarang sekali ia membantah, apa yang dikatakan oleh sang suami.
Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.

💢“Bagaimanapun usahaku untuk ber terima kasih pada kaki istriku, yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya".

💢Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku, saat aku pulang kerja, 

💢Kaki yang telah mengantar anak-anak-ku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.

💢Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus, dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah, tempat bahagia bersama….

💢Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan.
Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut, mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.
Jari-jari yang mulai keriput itu, dalam genggamannya mulai dirapikan, dan setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut, dan bergumam :
“Terima kasih ya Bu ”.
“Tidak, Ibu yang seharusnya berterima kasih sama Bapak, telah membantu memotong kuku Ibu”, tukas sang istri tersipu malu. ☺😊

💢“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa, yang belum tentu sanggup aku lakukan.
Aku takjub, betapa luar biasanya Ibu. Aku tahu semua takkan terbalas sampai kapanpun”, kata suaminya tulus.

💢Dua titik bening menggantung di sudut mata sang istri ......
“Bapak kok bicara begitu?
Ibu senang atas semuanya Pak, apa yang telah kita lalui bersama, adalah sesuatu yang luar biasa.
Ibu selalu bersyukur, atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk.
Semuanya dapat kita hadapi bersama”.

💢Hari Jum’at yang cerah, setelah beberapa hari hujan.
Siang itu, sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at,
Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri, menatap tepat pada matanya, sebelum akhirnya melangkah pergi.
Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri, hingga saat beberapa orang mengetuk pintu, membawa kabar yang tak pernah diduganya.......Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia. ⚰
Ia telah pulang menghadap Sang Penciptanya, ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tasyahud Akhir.

Masih dalam posisi duduk sempurna, dengan telunjuk ke arah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.
"Innaa Lillaahi Wainnaa ilaihi Rooji'uun"

💢“Subhanallah.... sungguh akhir perjalanan hidup yang indah”, demikian gumam para jama’ah, setelah menyadari ternyata dia telah tiada, di akhir shalat Jum'at....

Sang istri terbayang, tatapan terakhir suaminya, saat mau berangkat ke masjid.
Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan, pengganti ucapan "Selamat Tinggal ...".
Ataukah suaminya khawatir, meninggalkannya sendiri, di dunia ini. Ada gundah menggelayut di hati sang istri, Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya,

💢Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun, cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun, keikhlasan dihatinya, yang bisa menghambat perjalanan sang suami, menghadap Sang Khalik.

Dalam do’a, dia selalu memohon kekuatan, agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan, pada tempat yang layak.

💢Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya.
Dengan wajah yang cerah, sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri, dengan lembut.
“Apa yang Bapak lakukan?", tanya istrinya senang bercampur bingung.
“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang...
» Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan di dunia ini berakhir sekalipun.
» Bapak selalu butuh Ibu.
» Saat disuruh memilih pendamping, Bapak bingung, kemudian bilang "Pendampingnya tertinggal", Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu”.

💢Istrinya menangis, sebelum akhirnya berkata :
“Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong, kalau Ibu takut sekali tinggal sendirian....
Kalau ada kesempatan mendampingi Bapak sekali lagi, dan untuk selamanya, tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan."
Sang istri mengakhiri tangisannya, dan menggantinya dengan senyuman.

❤Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya….

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ

*"Istri mu itu adalah 'Bajumu' dan Suamimu itu adalah 'Bajumu' pula"*
QS Al-Baqarah : 187

Semoga bisa mempererat cinta kasih yg sejati pasutri (pasangan suami istri), ... karena Allah... aamiin.😭😭😭

Ya Rab... jadikan keluarga kami Sakinah Mawaddah wa Rahmah, wafatkan kami dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH.... Aamiin.

*السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saya tidak tahu cerita ini Fiktif Atau Nyata
Namun ketika mendapat kiriman tulisan ini di Grup WA saya. Membacanya tak terasa air mata mengalir. Dan saya ingin kelak anak2 saya jg membacanya

Agnes adalah sosok wanita Katolik taat. Setiap malam, ia beserta keluarganya rutin berdo'a bersama. Bahkan, saking taatnya, saat Agnes dilamar Martono, kekasihnya yang beragama Islam, dengan tegas ia mengatakan “Saya lebih mencintai Yesus Kristus dari pada manusia!”

Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya orang beragama Islam.

Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa menikahi Agnes. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.

Usai menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya di Jogjakarta, Agnes beserta sang suami berangkat ke Bandung, kemudian menetap di salah satu kompleks perumahan di wilayah Timur kota kembang.

Kebahagiaan terasa lengkap menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk kecil buah hati mereka, yakni: Adi, Icha dan Rio.

Di lingkungan barunya, Agnes terlibat aktif sebagai jemaat Gereja Suryalaya, Buah Batu, Bandung. Demikan pula Martono, sang suami. Selain juga aktif di Gereja, Martono saat itu menduduki jabatan penting, sebagai Kepala Divisi Properti PT Telkom Cisanggarung, Bandung.

Karena Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama beberapa sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga sekitar yang beragama Katolik.

Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah yang ‘disulap’ menjadi tempat ibadah (Gereja,red).

Uniknya, meski sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, Martono tak melupakan kedua orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi bakti dan cinta pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan ibundanya Martono ke Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Hidup harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari keluarga ini. Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya.

Syahdan, saat itu, Rio, si bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh sakit. Panas suhu badan yang tak kunjung reda, membuat mereka segera melarikan Rio ke salah satu rumah sakit Kristen terkenal di wilayah utara Bandung.

Di rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat itu mengatakan bahwa Rio mengalami kelelahan. Akan tetapi Agnes masih saja gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak kunjung membaik.

Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Rio, yang masih terkulai lemah, meminta Martono, sang ayah, untuk memanggil ibundanya yang tengah berada di luar ruangan.

Martono pun keluar ruangan untuk memberitahu Agnes ihwal permintaan putra bungsunya itu.

Namun, Agnes tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada Martono, ”Saya sudah tahu.” Itu saja

Martono heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran yang masih menggelayut dalam benak.

Di dalam, Rio berucap, “Tapi udahlah, Papah aja, tidak apa-apa. Pah hidup ini hanya 1 centi. Di sana nggak ada batasnya.”

Sontak, rasa takjub menyergap Martono. Ucapan bocah mungil buah hatinya yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan.

Nasehat kebaikan keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.

Hingga sore menjelang, Rio kembali berujar, “Pah, Rio mau pulang!”

“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,” jawab Martono.

“Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Rio tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Rio, setengah memaksa.

Belum hilang keterkejutan Martono, tiba-tiba ia mendengar bisikan yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia kaget dan bingung.

Tapi perlahan Rio dituntun sang ayah, Martono, membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang. Martono hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.

Tak lama setelah itu bisikan kedua terdengar, bahwa setelah Adzan maghrib Rio akan dipanggil sang Pencipta.

Meski tambah terkejut, mendengar bisikan itu, Martono pasrah. Benar saja, 27 Juli 1999, persis saat sayup-sayup Adzan maghrib, berkumandang Rio menghembuskan nafas terakhirnya.

Tiba jenazah Rio di rumah duka, peristiwa aneh lagi-lagi terjadi. Agnes yang masih sedih waktu itu seakan melihat Rio menghampirinya dan berkata,

“Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta dibalut kain putih aja.”

Saran dari seorang pelayat Muslim, bahwa itu adalah pertanda Rio ingin dishalatkan sebagaimana seorang Muslim yang baru meninggal.

Setelah melalui diskusi dan perdebatan diantara keluarga, jenazah Rio kemudian dibalut pakaian, celana dan sepatu yang serba putih kemudian dishalatkan.

Namun, karena banyak pendapat dari keluarga yang tetap harus dimakamkan secara Katolik, jenazah Rio pun akhirnya dimakamkan di Kerkov. Sebuah tempat pemakaman khusus Katolik, di Cimahi, Bandung.

Sepeninggal anaknya Rio, Agnes sering berdiam diri. Satu hari, ia mendengar bisikan ghaib tentang rumah dan mobil.

Bisikan itu berucap, “Rumah adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.” Pada saat itu juga Agnes langsung teringat ucapan mendiang Rio semasa TK dulu,

”Mah, Mbok Atik nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok Atik adalah seorang muslimah yang bertugas merawat Rio di rumah.

Saat itu Agnes menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga dikasih?”

“Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Rio, singkat.

Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, Agnes meminta suaminya untuk mengecek ongkos haji waktu itu. Setelah dicek, dana yang dibutuhkan Rp 17.850.000.

Dan yang lebih mengherankan, ketika uang duka dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp 17.850.000, tidak lebih atau kurang sesenpun.

Hal ini diartikan Agnes sebagai amanat dari Rio untuk menghajikan Mbok Atik, wanita yang sehari-hari merawat Rio di rumah.

Singkat cerita, di tanah suci, Mekkah, Mbok Atik menghubungi Agnes via telepon. Sambil menangis ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bertemu Rio. Si bungsu yang baru saja meninggalkan alam dunia itu berpesan,

“Kepergian Rio tak usah terlalu dipikirkan. Rio sangat bahagia disini. Kalo Mama kangen, berdo'a saja.”

Namun, pesan itu tak lantas membuat sang Ibunda tenang. Bahkan Agnes mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari seorang Psikolog selama 6 bulan.

Satu malam saat tertidur, Agnes dibangunkan oleh suara pria yang berkata, “Buka Alquran surat Yunus!”.

Namun, setelah mencari tahu tentang surat Yunus, tak ada seorang pun temannya yang beragama Islam mengerti kandungan makna di dalamnya.

Bahkan setelah mendapatkan Alquran dari sepupunya, dan membacanya berulang-ulang pun, Agnes tetap tak mendapat jawaban.

“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis tersungkur ke lantai.

Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang, dan spontan berucap “Astaghfirullah.”

Tak lama kemudian, akhirnya Agnes menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49: “Katakan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.

Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Rio, membuat Agnes berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku.
Hingga akhirnya wanita penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah terimalah saya sebagai orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.

Setelah memeluk Islam, Agnes secara sembunyi-sembunyi melakukan shalat. Sementara itu, Martono, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. Setiap kali diajak ke gereja Agnes selalu menolak dengan berbagai alasan.

Sampai suatu malam, Martono terbangun karena mendengar isak tangis seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya Martono saat melihat istri tercintanya, Agnes, tengah bersujud dengan menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.

“Lho kok Mamah shalat,” tanya Martono.

“Maafkan saya, Pah. Saya duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab Agnes lirih. Ia pasrah akan segala resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.

Martono pun Akhirnya Kembali ke Islam
Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, Martono seperti berada di persimpangan.

Satu hari, 17 Agustus 2000, Agnes mengantar Adi, putra pertamanya untuk mengikuti lomba Adzan yang diadakan panitia Agustus-an di lingkungan tempat mereka tinggal.

Adi sendiri tiba-tiba tertarik untuk mengikuti lomba Adzan beberapa hari sebelumnya, meski ia masih Katolik dan berstatus sebagai pelajar di SMA Santa Maria, Bandung.

Martono sebetulnya juga diajak ke arena perlombaan, namun menolak dengan alasan harus mengikuti upacara di kantor.

Di tempat lomba yang diikuti 33 peserta itu, Gangsa Raharjo, Psikolog Agnes, berpesan kepada Adi, “Niatkan suara adzan bukan hanya untuk orang yang ada di sekitarmu, tetapi niatkan untuk semesta alam!” ujarnya.

Hasilnya, suara Adzan Adi yang lepas nan merdu, mengalun syahdu, mengundang keheningan dan kekhusyukan siapapun yang mendengar. Hingga bulir-bulir air mata pun mengalir tak terbendung, basahi pipi sang Ibunda tercinta yang larut dalam haru dan bahagia.

Tak pelak, panitia pun menobatkan Adi sebagai juara pertama, menyisihkan 33 peserta lainnya.

Usai lomba Agnes dan Adi bersegera pulang. Tiba di rumah, kejutan lain tengah menanti mereka. Saat baru saja membuka pintu kamar, Agnes terkejut melihat Martono, sang suami, tengah melaksanakan shalat. Ia pun spontan terkulai lemah di hadapan suaminya itu.

Selesai shalat, Martono langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat. Sambil berderai air mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.”

Mengetahui hal itu, Adi dan Icha, putra-putri mereka pun mengikuti jejak ayah dan ibunya, memeluk Islam.

Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun akhirnya memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat.

Hingga kini, esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah.

Pak Martono SH beliau dulu waktu Dirut Telkom jaman nya Pak Cacuk, bertugas sbg Kasekper, Ka Inditor, Kadiv Properti.
Setelah kembali moslem Beliau mewakafkan 7 ha tanahnya untuk pesantren Baitul Hidayah di Bandung. *Subhanallah.*

*ALLAH MAHA PENYAYANG KEPADA HAMBA-NYA....*

Kisah fakta.... tolong sebarkan... bagian da'wah kita.... jangan berhenti di tangan anda
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته
١٩-٠٢-٢٠١٧ دارى مارويا ...  بدر زمان

Kiriman dari teman