CAKRA PENA

Apapun yang kau lakukan....Apapun Itu.... Jangan pernah sia-siakan "Waktu"






Blog ini terhubung dengan facebook dan twitter,
Apabila anda telah "Log In" pada jejaring sosial tsb. Maka akan sangat memudahkan ^_^
Tampilkan postingan dengan label Catatanku.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatanku.... Tampilkan semua postingan

Wajah Naruto

Rabu, 30 Oktober 2013 0 komentar

wajah udah kupasang dengan "Garang"
tidak ada senyum apa lagi canda....
gigi bergeregat....dan mata melotot.....
"MARAH........"

"Adek, kesini, lihaten ayah wajahnya lucu...kayak Naruto lagi marah". Teriak NARENDRA SARIYONO anak pertamaku, tak lama berselang adek DANENDRA SARIYONO datang dengan wajah penasarannya.....
"ana mas". katanya dengan cedal. lalu setelah melihat wajahku mereka berdua serempak "Lari.....!!!!". "Ayah mau jadi musang ekor sembilan" kata anak2ku.................

"Wah padahal tadi mau serius marah ke mas narend yang rewel g mau mandi, ternyata.....#@(&*)!@*_!@"
ya beginilah nasib Ayah dan anak-anak yang penggemar film Naruto
hehhehehe

tapi yang penting bersama kalian Ayah merasa dunia ini hidup...
I LOVE U Nak....!

Awalnya aku mengagumimu....tapi itu dulu...
dulu aku sangat menyayangimu....dulu....
dulu aku sangat merindukanmu....disetiap sepiku...tapi itu dulu...
dulu galauku hanya karena tak ada kau disampingku...tapi itu dulu
dulu kau begitu lekang dalam benak dan memporak-porandakan hasratku dan memaksaku untuk memilikimu..., tapi itu dulu...
dulu bahkan aku tak nyanyak tidur saat bayangmu melintas khayalku...tapi itu pun dulu...
dulu..dulu sekali...bukan sekarang...
dulu yang sangat lampau....
karena sekarang tidak seperti itu lagi...
karena sekarang yang kurasakan padamu....adalah...
aku lebih mencintaimu....lebih dari waktu itu...
aku lebih menyayangimu....
lebih sering merindukanmu meski kau didekapanku...
kini aku lebih galau karena tak ingin berpisah denganmu,,,
kini tak nyeyak tidurku sembelum memeluk dan mengecupmu,,,,
dan karena dulu bukan lah sekarang,..
karena sekarang aku tak mampu hidup tanpamu...
dan karena sekarang kau adalah belahan jiwaku....
mengertilah isi hatiku yang kutulis spontanitas ini...
karena malam ini aku melihatmu sebagai pelengkap hidupku...
I...LOVE U

Rabo, 13 Maret 2012
00.10

Maafin Ayah, Ma....

Selasa, 14 Agustus 2012 0 komentar

Meliatmu tertidur pulas memeluk Adek Danen (anak keduaku) membuat hati merasa perih.
tadi pagi dengan semangat kau hendak berpamitan untuk mencari pakaian untuk anak-anak maklum dalam waktu dekat lebaran datang. Dengan sabar kau tunggui aku yang sedang sholat Dhuha. dan setelah hampir setangah jam kau menunggu akhirnya kau mengucapkan salam dan mencium tangaanku suamimu ini.
waktu begitu cepat berlalu bagimu. Sedang aku dan adek Danen yang menunggumu merasa begitu lama sekali, bahkan adek Danen sudah sangat jenuh bermain dengan ayahnya yang mungkin tak lagi asyik hingga tangis berkali-kali memecah canda tawa yang sengaja aku bentuk.
Aku yang tak sabaran ini menggerutuh dalam hati, mengapa istriku pergi begitu lama. bahkan sms pun tak dia balas telp pun tak bisa terhubung. kesalku seolah gunung merapi yang siap meledakan wedus gembelnya.
setalelah 4 jam berlalu akhirnya kau datang, dengan wajah yang memerah dan lesuh tersengat matahari. Tak banyak kata kau menyodorkan baju takwa "ini buat Ayah". dengan perasaan kesal aku membukanya.....lalu mencoba baju pembelian istriku. tapi ternyata baju itu kekecilan. perasaan kesal menjadi meledak.
"Mama ini gak hafal-hafal sama suami, masak tiap membelikan baju selalu kekecilan, emang tadi kalau belu g ak lihat ukuran nomor baju yang sudah ada ta?!!". gerutuhku sambil melepas baju dan meleletakkan begitu saja di kasur.
"Tadi udah tak coba ukurannya kayaknya pas". jawab istriku sambil mencoba pada lengannya. "Tapi ukuran tubah Mama kan gak sama dengan ukuran Ayah, gimana sih. terus gimana ini kan sayang gak bisa ditukar lagi". gerutuku sambil menarik nafas panjang. "Ya sudah ya gak papa, namanya juga terlanjur". jawab istriku.
"Gak papa gimana, kan eman-eman uang dibuang-buang, mending gak usah dibelikan dan belikan pakaian anak aja" sambungku membuat dia menjadi murung
lama dia terdiam dan melipat kembali baju pembeliannya. tak sedikit gerak dan suara dari istriku, hanya helai nafasnya yang berat terdengar olehku. "Maaf Yah, Mama kan hanya pingin belikan mama baju buat lebaran, maaf kalau salah ukurannya". ungkapnya dengan mata menyesal. Aku terdiam dan kemudian tengkurap melanjutkan tidur.
Dalam tengkurapku berkecamuk perasaan bersalah. kenapa aku jadi emosi seperti ini, gak jelas banget, kasihan sekali istriku yang dengan susah payah membelikan baju, bukannya pujian tapi malah omelan gak jelas dari ku membuatnya sedih.
Tak lama Aku mendengar suara Adek Danen, "Ayah banun". katanyanya dengan suara yang belum sempurna yang dapat aku pahami adalah kata "Ayah Bangun" dengan senyum aku terbagun dan memeluknya, aku bergegas ke belakang untuk mandi dan sholat ashar. waktu ashar udah diambang batas.
setelah sholat aku duduk didepan tv sambil menunggu azan magrib. dan setelah tiba waktu berbuka. adik danen kembali menghampiri dan menarik tanganku "Yah, Maem". katanya. aku ikuti dia dimeja makan.
disana telah ada menu pesanku lalapan ikan lele dan tumis kangkun. teh hangat membuatku segera bergegas membatalkan puasa. Alhamdulillah. ungkapku dalam hati.
disudut aku melihat istriku sambil megeguk teh manis buatannya. tampak wajahnya murung dan tak sedikitpun berani menatap ke arahku. Baru aku sadar bahwa tadi aku telah membuatnya bersedih. ku hampiri dia..."Mama gak bikin kolak" tanyaku pelan memecah kebekuan. "Ndak Yah. tadi g sempat beli bahan, Maaf ya Yah.". katanya pelan sembari menatapku.
hatiku tersentak dan mememeluknya. "Ayah minta maaf ya ma, Ayah yang salah sama mama". Kataku sambil mencium keningnya. "Maafin mama Juga ya Yah", ungkapnya....
sore itu kita berbuka puasa dengan suasana yang berbeda ......
catatan ini hanya untuk mengingatkanku bahwa aku haruslah bangga memiliki istri yang luar biasa.
dan Setan selalu saja menggoda dan meracuni kesabran kita.
Terima kasih Istriku, juga si kecil Danendra
terima kasih Ya Allah....



belum dikoreksi mungkin ada tulisan yang salah.......
waktu yang sebenarnya

ucapan pertamamu untukku.....

Kamis, 09 Agustus 2012 0 komentar

Suatu pagi aku terbangun dan mendapati engkau terlelap diantra dekapanku, nafasmu menggetarkan kerinduan, dan serta merta aku mencium dengan segala sayangku....., tak terasa air mataku meleleh dan terasa dingin menghertak heningku..., dan dengan cintaku yang masih sama seperti petama ku mendapatkanmu.....ku sairkan sebuah kisa tentang harapanku padamu....dan ketika kau terhentak dan sadar dari mimpimu....dengan perkataanmu yang terbata-bata dan samar, kau menyebutku....Ayah....
tertegun aku....hari itu untuk yang pertama kau begitu jelas menyebut ayahmu ini....(anakku sudah bisa bicara....) kupeluk dan kucium engkau yang masih tertegun diantara alam bawah sadarmu....I LOVE You Danendraku.....


Mimpi ini.....

Senin, 24 Oktober 2011 0 komentar

Pagi ini aku terbangun
lengkingan keras tangis Danendra anak kedua ku
mengejutkan mimpi buruk yang menyiksaku didetik2 menjelang bangunku....
pikirku dalam hati.....
apakah anakku ini menyadari kegelisahan Ayahnya didalam mimpi....
tampa berfikir panjang aku gondeng Danendra yang ternyata pampersnya tak muat
menampung air seninya semalaman.....
setelah mamanya mengambil alih.....
aku kembali tertegun....dengan mimpi yang tadinya menghentakku....namun, pikiranku
tak mampu mengingatnya.....padahal mimpi itu baru saja menyiksaku..
aku berterima kasih pada Danend yang telah bersusah payah mehapus mimpi yang meyiksa itu
dan kini aku di hadapkan pada pertanyaan-pertanyaan bodoh berkait dengan mimpi tsb
bertanda apakah ini......?
ku tarik nafas panjang....
kuamati wajah Danendra anak kedua ku yang masih dengan wajah lusuh dalam gendongan sang mama yang berusaha menenankan tangisnya
Aku juga mengamati Narendra anak pertamaku yang masih berselancar di mimpinya...entah mimpi indah atau sebaliknya yang dialaminya
Namun Aku menemukan jawaban di pagi ini
Bagaimanapun dan seperti apapun aku bersyukur besama mereka .....Istri dan anak-anak jagoanku.....
Kecup sayang buat kalian semua......muach......


Tanggal 14 februari diperingati sebagai hari kasih sayang, sehingga banyak kaum muda menanti-nantikannya, Valentine’s Day ada apa sebenarnya pada hari itu, apakah kaum muda mengetahuinya? kadang mereka tak peduli yang penting semua menjadi happy, lalu ada apa dengan hari yang penuh legenda dan berhias cinta ini ?


Tatkalah hari telah memasuki bulan februari gaung Valentine sudah bergema dimana-mana, apalagi bagi kaum muda, baik yang telah memiliki pasangan kekasih sampai yang “Njomloh Karaten”. Bait-bait puisi telah terangkai, pesta dan segala macam hadiah telah disiapkan. Lucunya ternyata kaum muda itu sendiri bahkan tak paham arti dari Valetine, selain mengartikannya sebagai hari kasih sayang. Lalu apakah valentine itu?
Ternyata banyak versi yang menggambarkan sejarah valentine, versi pertama bahwa valentine adalah kisah legenda tiga orang kudus gereja yang memiliki keunggulan sikap dalam memaknai kasih sayang manusia yang kerap tercoreng oleh kedengkian, keserakahan dan nafsu berkuasa yang liar. Valentinus adalah seorang martir (gelar untuk orang yang mati demi iman yang diantutnya. Red) secara sembunyi-sembunyi menikahkan kaum muda yang dilarang menikah oleh kaisar Claudius II (269-270 M) sebelum berangkat perang. Setelah ketahuan, Valentinus ditangkap, dipenjara dan akhirnya pada 14 Februari 270 M dibunuh.Ia menyerahkan ucapan selamat tinggal disebuah nota kepada anak perempuan seorang sipir penjara yang telah menjadi sahabatnya, tertulis kata-kata Yours Valentine. Versi lain disebutkan, penyebaran agama kristen kala itu masih berhadapan dengan kebiasaan bangsa Romawi yang menyembah dewa-dewi. Pada tanggal 15 februari ada festival Supercalia sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan yang dilambangkan dengan telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus mengorbankan kambing kepada sang dewa. Setelah minum anggur mereka lari-lari dijalanan kota Romawi sembari membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapapun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara suka rela karena percaya akan dikaruniai kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah. Pada malam sebelumnya 14 Feb, nama para gadis dimasukan dalam jambangan. Para pemuda akan mengambil nama para gadis dan menjadikan pasangan selama festival berlangsung. Seiring waktu hubungan pasangan muda-mudi akhirnya menikah. Gereja melalui Paus Gelasius th 496 berusaha menghapus kebiasaan tersebut dengan “trik” merayakan tanggal 14 sebagai peringatan kepada Valentinus untuk mengungguli peristiwa itu. Memasuki abad 16, kisah Valentinus yang penuh legenda menyebabkan gereja pada th 1869 meniadakan peringatan St Valentinus dari kalender gereja.
Kajian versi yang lain pada abad 14 di Inggris dan prancis dipercaya 14 februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Dalam bahasa Prancis Normandia, terdapat kata “Galantine” yang berarti galant atau cinta. Persamaan bunyi antara Galantine dan Valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para muda-mudi dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dan masih banyak versi-versi lain yang mengungkap fenomena Valentine.
Nah dengan sedikit mengetahui legenda hari Valentine setidaknya kita sebagai kaum muda bisa mengambil sikap agar apa yang kita rayakan pada hari itu bukan menjadi tindakan yang justru meyesatkan kita. Makna kasih sayang pada perayaan Valentine yang identik dengan hura-hura, pesta justru bisa membawa kita pada pilihan yang tipis dari makna kasih sayang yang sebenarnya dan umbaran nafsu belaka, yang buntutnya momen ini menjadi kesempatan bagi sebagian generasi muda yang tidak bermoral sebagai ajang yang memprihatinkan para orang tua.
Dengan demikian remaja khususnya siswa SMP 6 Jember diharapkan dapat memaknai Valentine sebagai hari kasih sayang. Dimana kasih sayang itu sendiri tidak harus ditunjukkan dengan secara berlebihan karena ketulusan kasih sayang yang sebenarnya akan mencari jalan keluarnya sendiri, tanpa tendensi dan tanpa emosi. Dan karena “cinta sejati” akan selalu bangga karena memberi tanpa keinginan untuk menerima.

Kasih yang luar biasa

Jumat, 22 Oktober 2010 123 komentar


Suatu hari seorang teman menemuiku, teman yang lama tak jumpa dan baru ketemu kembali menceritakan kebahagian dan kebanggan kepada anaknya. Entah apa yang membuat dia bangga itu sehingga dia berbagi kebahagian itu denganku. Dia bercerita, kalau hari ini ananknya yang berusia 3 tahun itu menanyakan suatu yang luar biasa bagianya. Sianak menanyakan kepadanya apa yang dipengangnya sambil menunjukan sebuah kertas yang bergambar buah Apel, Sang ibu yang temanku tadi menjawabnya "Itu gambar Apel nak" sambil tersenyum bangga. dan tak lama lagi anak tersebut menanyakan hal yang sama berulang-ulang. Kata sang ibu yang juga temanku itu. Dan dia pun menjawabnya dengan jawaban yang sama sejumlah pertanyaan anaknya yang sama. Aku hanya terdiam mendengarkan cerita temanku itu yang tampak bangga, menurutnya itu kemajuan yang luar bisa, karena sepanjang hari dia menemani anaknya dengan segala kesabaran dan kebanggaannya. Selebihnya dia pun mencitakan hal yang lain tetang anak kesayangannya itu tetang apa saja hal yang menarik dan luar biasa baginya dengan wajah dan tatapan yang begitu bangga.

Kemarin temanku menemuiku lagi setelah 7 tahun tidak jumpa, sebegai pembuka aku menanyakan gimana kabar anaknya, anak yang membagaakan yang pernah ia certaika dulu.
seperti dugaanku ketika anaknya di tanyakan maka begitu antusias dia menceritakan sang anak yang luar biasa, Dengan bekaca-kaca dia begitu bangga menceritakan anaknya yang sudah bisa mengaji bahkan si anak selalu sholat berjama'a dengannya dan sang Ayah, bahkan si anak yang sekarang sudah kelas 4 SD itu selalu mendapat ranggking dikelasnya, bisa aku rasakan kebanggaan dan kebahagian itu.
Tadi pagi aku mengujunginya, suaminya yang juga sahabatku merangkulku terlihat kangen karena memang kita adalah sahabat waktu kuliah. Dan seperti biasa aku menanyakan dimana si anak yang membanggakan itu. sepasang suami dan istri ini dengan bangga menujukan foto album yang berisi kegembiraan si anak. "Sayang sekali dibelum pulang dia masih les, tapi tunggu 30 menit lagi pasti dia datang" kata si ibu.
betul saja 30 menit kemudia si anak datang kemudia dia bersalaman denganku dan tentunya kedua orang tuanya. seperti cerita temanku anak itu begitu membanggakan karena memiliku wajah yang cantik dan lucu serta ceria. "Lita, sini nak" pangil sang ibu memangil Jelita si anak. Dari jauh si anak menjawab "Apa sih ma...emang gak tahu ya kalau Lita sangat capek" dengan nada yang kecang membuatku terhentak, bukan hanya aku kedua orang tua yang sahabatku ini pun terperangah dan terlihat malu. Si ibu beranjak dari duduknya lalu mendekati Lita, di ciumnya kening anaknya, lalu dipeluknya, entah bisikan apa yang membuat Lita kemdian baranjak menemuiku dan lalu duduk diatara kami. Terlihat begitu lusuh dia dan sangat tidak nyaman duduk di antera kami, namun si ibu ternyata memahami lebih dari penglihatanku, dia mendekati sang anak lalu berusaha mengajak berbicara dan tak lama kemudian dia tampak si Lita beranjak dan semakin meluapkan emosinya lalu berajak meninggalkan kami, ternyata bujukan si Ibu tak meluluhkan kesalnya.
Kedua orang tua yang tadinya begitu bangga dan ingin sekali berbagi kebahagian tentang anak tunggalnya ini mendadak menjadi layu. Si ibu beranjak bangun ingin menyusul anaknya namun saya tahan,  saya tidak ingin kehadiran saya membuat mereka tidak nyaman. "Mungkin anak saya sedang capek sehingga seperti itu maaf ya..." Kata si ibu kepadaku,  "tidak apa-apa, anak-anak memang kadang seperti itu" kataku berusaha mencairkan suasana. S ibu yang sahabatku itu lalu mengambil album yang ditujukannya pada ku tadi, lalu membuka satu persatu kembali dan aku kembali melihatnya tersenyum dan kebanggaan itu kembali hadir.
dari dulu orang tua selalu saja bangga dan bangga kepada anak-anaknya dan kadang sang anak tak peduli dengan hal itu.
Setelah pulang sesampai dirumah aku berusaha mencari anakku. kuciumi dia yang tengah tidur. dan diwaktu yang sama aku telp ibuku yang ada didesa. ku tanyakan kabarnya. Aku katakan aku kangen sekali dan bejanji segera pulang. dalam hati aku ingin sekali memeluknya......aku sangat rindu dengan ibu. Aku yang sekarang adalah seorang ayah ini begitu luluh dalam tangis kerinduan dan ingin sekali memeluk ibu, nenek dari anak-anakku.
Dari peristiwa yang ku alami dengan sahabatku bersama anaknya membuatku begitu sadar bahwa cinta dan kasih sayang orang tua kepada anaknya begitu tulus dan tanpa tipu daya, begitu luar bisa tanpa rekayasa, tanpa keraguan dan tanpa paksaan. Sedangkan aku sebagai seorang anak ini kadang melupakan atau tak memahami cinta orang tua, (Bapak dan Ibu) dan kadang begitu memendam amarah dan jengkel tatkala bapak atau ibu memarahi saat aku salah apalagi  mendekte aku. Ternyata mereka melakukannya dengan cintanya....seperti cinta kedua sahabatku kepada anaknya...yang terus mencintai tak peduli apa balasan anaknya......
Satu lagi bukti cinta orang tua begitu luar biasa.............

Tulisan ini kupersembahakan kepada Ibuk, Istriku, dan Narendra juga Danendra anak-anakku....

I Love U
Muach....